Senin, 13 Mei 2013

UNTUK PARA PENGABDI, INI BUKAN MIMPI (Desa, Negara, dan Kolam Susu)

Masa panen masa berpesta, itulah harapan kita semua,
tapi tengkulak2 bergentayangan,
untuk apa punya pemerintah kalo hidup terus2an bahkan makin susah???

kenapa tidak???, orang negara kita kaya raya,
baik alamnya maupun manusianya.
dan ini yang kita pelajari sejak bayi,

melalui lagunya kolam susu,
bukan lautan hanya kolam susu,
kail dan jala cukup menghidupimu,
tiada badai tiada topan kau temui,
ikan dan udang menghampiri dirimu.
orang bilang tanah kita tanah surga,
tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

kenapa tidak, orang negara kita kaya raya,
baik alamnya maupun manusianya.
dan ini yang kita pelajari sejak bayi,

hanya saja kita (pemerintah) tak pandai mengolahnya . . .

untuk pengabdi, para pengabdi . . .
di puncak gunung, di tengah samudra, di dalam rimba,
dikebingungan desa dan kota,
kan kutemani kau,
silahkan engkau tertawa sepuasnya,
ku takkan berpaling karena hinaan,
bahagia rasanya lihat engkau bahagia, berduka rasanya melihat engkau berduka.

ini bukan sandiwara,
ini bukan dalam mimpi,
ini kenyataan mari renungi,
ini kenyataan yang ada mari kita renungi,
demi keselamatan kita bersama,
mari kita berdoa pada yang Maha Kuasa,
berjanji kembali kejalan Illahi,
berjanji kepada jalan Ilahi,

ini bukan sandiwara,
ini bukan dalam mimpi,
ini kenyataan mari renungi,
ini kenyataan yang ada mari kita renungi, . . . .


(DESA, NEGARA, KOLAM SUSU, UNTUK PARA PENGABDI, INI BUKAN MIMPI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar