SEPERTI HALNYA KUTIPAN DI BAWAH INI;A'uudzubillaahi minasysyaithonirrojiiim, , , Bismillahirrohmanirrohiim. . .
"Di setiap kota terdapat pusat pembangkit tenaga elektrik. Para pegawai memasang instalasinya diseluruh penjuru kota, memasang tiang dan kabel, setelah itu aliran elektrik masuk ke pabrik-pabrik, rumah-rumah, dan tempat-tempat lain. Jika aliran elektrik tersebut kita matikan dari pusat pembangkitnya, niscaya seluruh penjuru kota akan gelap gulita. Padahal saat itu tenaga elektrik ada dan tersimpan di pusat pembangkit elektrik, hanya saja tenaga elektrik yang ada itu tidak dimanfaatkan."
Demikianlah, Allah swt. telah menurunkan Al Qur'an Al-Karim kepada kita, dan dialah AlQuran sebesar-besar energi dalam kehidupan ini. Allah swt. berfirman,
“Sesunggubnya telah datang kepada kalian cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itupula) Allah mengeluarkan mereka dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus." (Al-Maidah, 5: 15-16)
Begitu pula dengan Al-Qur'an Al-Karim, ia adalah pusat pembangkit "tenaga" bagi kaum muslimin, tetapi sumber kekuatan itu kini dicampakkan oleh kaum muslimin sendiri, sehingga hati mereka menjadi gelap dan tatanan kehidupan pun menjadi rusak.
Tugas kita sebagai pejuang Islam adalah seperti tugas para pegawai elektrik, mengalirkan kekuatan ini dan sumbernya ke setiap hati orang-orang muslim agar senantiasa bersinar dan menerangi sekelihngnya. Allah swt. Berfirman:
"Dan apakah orang yang sudah mati, kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu ia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan keadaan orang yang berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar darinya?" (Al-An'am: 122)
Aamiiiiiin, . .
#tak perlulah kalian mengambil kebaikan dari siapa yang mebawakannya, melainkan apa yang dibawakannya. seperti halnya kalian mengambil dan memakan telor ayam yang keluar dari (maaf) dubur ayam.
Sumber bacaan:
As-Siisi, Abbas. 1995. At-Thariq ilal Quluub: Bagaimana Menyentuh
Hati
_Kiat-Kiat Memikat Objek Dakwah. PDF.
Di
kegelapan yang hitam pekat ini . . .
aku
menatapmu dengan mata hatiku,
aku
datang dari jauh menuju fajar baru,
dengan
cita-cita yang mengharu biru kalbu,
untuk
mengangkat panji Islam kembali seperti dahulu.
(Abbas As-Siisi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar