Kamis, 20 Juni 2013

North Country (Perjuangan Kisah Perempuan yang dilecehkan)



North Country merupakan film yang menceritakan Josey Aimes sebagai perempuan pekerja tambang milik perusahaan Pearson.  Josey hanya ingin mengurus dan menghidupi kedua anaknya dengan jerih payahnya sendiri.  Dalam ceritanya, Josey mengalami perang batin yang sangat kuat dan memilukan.  Di mana dia memutuskan untuk pergi dari rumah suaminya karena sikap kasar yang acapkali melukai fisiknya.  Karena apa daya, Josey tak bisa berbuat apa hidup bersama suaminya.  Hingga pada akhirnya, Josey memutuskan untuk pergi dan bekerja sebagai pekerja tambang yang gajinya 6 kali lipat lebih besar dari kerjaan sebelumnya sebagai tukang cuci rambut.
Josey dalam kisahnya, seorang perempuan yang memperjuangkan gender dalam masalah hukum gugatan kelas, pelecehan seksual.  Di mana, dia mengalami pelecehan seksual dan semua perempuan yang bekerja di sana mengalami hal yang sama, namun tidak berani menuntutnya, karena tidak ada undang-undang yang menlindungi mereka.  Termasuk temannya yang sangat kesal ingin menusuk para lelaki itu, namun dia enggan memperjuangkannya, karena apa daya jika kalah dia tidak akan sanggup untuk bertemu para lelaki yang setiap harinya akan bertemu dipertambangan tersebut.  Selain itu, dia tahu tak akan ada yang berani mendukung Josey, akibat dari kemiskinan struktural dan pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan yang memihak kaum miskin struktural tersebut.
Pertengahan kisahnya, Ibunya Josey pergi menjenguk ke rumahnya dan membawakan uang untuk biaya hidup sehari-hari.  Awalnya menolak, namun dengan argumen yang kuat dari ibunya, akhirnya Josey menerima.  Bagaimanapun yang memberikan uang adalah “kasih sayang” ibunya terhadap anaknya, seperti halnya Josey menyayangi Sammy dan Keren yang tak kan pernah musnah ditelan kondisi apapun.  Namun setelah itu, Ayahnya Hank merasa kerja kerasnya mencari uang hanya dihambur-hamburkan dengan memberikan uang itu kepada Josey anaknya yang tidak disukai karena beberapa alasan pada masanya.  Di sinilah ada peran lain dari seorang perempuan, ketika Ibunya Josey balik marah dengan mengatakan, “apakah selama ini saya menuntut pembayaran kepadamu atas cucian pakaian yang kamu pakai, Josey mempunyai dua anak dan tidak merampok bank, hanya ingin bekerja sepertimu”.  Wah pokoknya keren banget jiwanya Ibu Josey yang memang mempunyai hubungan batin dengan anaknya.  Susah kalo ceritain melalui tulisan, hmmm g keburu waktunya, tugasnya kaya banjir bandang akeh tenan koh Hhehee . . .
Inti cerita, Josey berusaha menuntut perusahaan tambang dan semua orang di dalamnya, tapi perjuangannya tidak mudah, karena awalnya tidak ada yang mau membantunya jadi saksi, termasuk perempuan yang lainnya yang bekerja di tambang itu. Ceritanya sih pake alur maju mundur, seluruh kisah dalam film adalah sebuah kesaksian di pengadilan dimana jossey menuntut perusahaan tambang itu.  Di persidangan ini pula terkuak masa lalau jossey yang pernah diperkosa guru nya saat masih SMA sampai hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki.  Konflik antara jossey dengan putranya serta konflik di akhir persidangan, di mana beberapa perempuan bahkan semua perempuan lain akhirnya mengaku dan mau bersaksi sebagai korban adalah yang paling mengharukan.  Selain perlindungan dari ayahnya ketika Josey berbicara di depan persidangan di tempat persidangan.
Pelajaran yang dapat diambil salah satunya, kita gak perlu takut untuk mengungkapkan kebenaran sepahit dan sesulit apapun itu.  Mengutip kata-kata Goetche, “Apapun yang dapat Anda lakukan atau ingin Anda lakukan, Mulailah !!! Keberanian memiliki kecerdasan, kekuatan, dan keajaiban di dalamnya”.  Selain itu, kasih sayang seorang ibu, antara ibunya Josey terhadap Josey sendiri, dan antara Josey dan anak-anaknya terutama Sammy sebagai anak yang tidak diharapkan dan diinginkan, tak kan pernah berkurang dan terbayangkan sedikitpun luka dan bebannya.  Begitupun pengakuan seorang ayah, karena Josey tetaplah putrinya yang kuat dan tak pernah membuatnya malu walaupu bekerja ditambang bersamanya dengan penuh cacian dan makian yang tidak seronoh yang berbeda jauh dengan perempuan yang bekerja di pabrik roti, etc.

 
Referensi:
Film “North Country” Sutradara: Niki Caro.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar