North Country merupakan film yang menceritakan Josey Aimes
sebagai perempuan pekerja tambang milik perusahaan Pearson. Josey hanya ingin mengurus dan menghidupi
kedua anaknya dengan jerih payahnya sendiri.
Dalam ceritanya, Josey mengalami perang batin yang sangat kuat dan
memilukan. Di mana dia memutuskan untuk
pergi dari rumah suaminya karena sikap kasar yang acapkali melukai
fisiknya. Karena apa daya, Josey tak
bisa berbuat apa hidup bersama suaminya.
Hingga pada akhirnya, Josey memutuskan untuk pergi dan bekerja sebagai
pekerja tambang yang gajinya 6 kali lipat lebih besar dari kerjaan sebelumnya
sebagai tukang cuci rambut.
Josey
dalam kisahnya, seorang perempuan yang memperjuangkan gender dalam masalah
hukum gugatan kelas, pelecehan seksual. Di
mana, dia mengalami pelecehan seksual dan semua perempuan yang bekerja di sana
mengalami hal yang sama, namun tidak berani menuntutnya, karena tidak ada
undang-undang yang menlindungi mereka. Termasuk temannya yang sangat kesal ingin
menusuk para lelaki itu, namun dia enggan memperjuangkannya, karena apa daya
jika kalah dia tidak akan sanggup untuk bertemu para lelaki yang setiap harinya
akan bertemu dipertambangan tersebut.
Selain itu, dia tahu tak akan ada yang berani mendukung Josey, akibat
dari kemiskinan struktural dan pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan yang
memihak kaum miskin struktural tersebut.
Pertengahan
kisahnya, Ibunya Josey pergi menjenguk ke rumahnya dan membawakan uang untuk
biaya hidup sehari-hari. Awalnya
menolak, namun dengan argumen yang kuat dari ibunya, akhirnya Josey
menerima. Bagaimanapun yang memberikan
uang adalah “kasih sayang” ibunya terhadap anaknya, seperti halnya Josey
menyayangi Sammy dan Keren yang tak kan pernah musnah ditelan kondisi
apapun. Namun setelah itu, Ayahnya Hank merasa
kerja kerasnya mencari uang hanya dihambur-hamburkan dengan memberikan uang itu
kepada Josey anaknya yang tidak disukai karena beberapa alasan pada
masanya. Di sinilah ada peran lain dari
seorang perempuan, ketika Ibunya Josey balik marah dengan mengatakan, “apakah
selama ini saya menuntut pembayaran kepadamu atas cucian pakaian yang kamu
pakai, Josey mempunyai dua anak dan tidak merampok bank, hanya ingin bekerja
sepertimu”. Wah pokoknya keren banget
jiwanya Ibu Josey yang memang mempunyai hubungan batin dengan anaknya. Susah kalo ceritain melalui tulisan, hmmm g
keburu waktunya, tugasnya kaya banjir bandang akeh tenan koh Hhehee . . .
Inti
cerita, Josey berusaha menuntut perusahaan tambang dan semua orang di dalamnya,
tapi perjuangannya tidak mudah, karena awalnya tidak ada yang mau membantunya
jadi saksi, termasuk perempuan yang lainnya yang bekerja di tambang itu. Ceritanya
sih pake alur maju mundur, seluruh kisah dalam film adalah sebuah kesaksian di
pengadilan dimana jossey menuntut perusahaan tambang itu. Di persidangan ini pula terkuak masa lalau
jossey yang pernah diperkosa guru nya saat masih SMA sampai hamil dan melahirkan
seorang anak laki-laki. Konflik antara jossey
dengan putranya serta konflik di akhir persidangan, di mana beberapa perempuan
bahkan semua perempuan lain akhirnya mengaku dan mau bersaksi sebagai korban adalah
yang paling mengharukan. Selain
perlindungan dari ayahnya ketika Josey berbicara di depan persidangan di tempat
persidangan.
Pelajaran
yang dapat diambil salah satunya, kita gak perlu takut untuk mengungkapkan
kebenaran sepahit dan sesulit apapun itu.
Mengutip kata-kata Goetche, “Apapun yang dapat Anda lakukan atau ingin
Anda lakukan, Mulailah !!! Keberanian memiliki kecerdasan, kekuatan, dan
keajaiban di dalamnya”. Selain
itu, kasih sayang seorang ibu, antara ibunya Josey terhadap Josey sendiri, dan
antara Josey dan anak-anaknya terutama Sammy sebagai anak yang tidak diharapkan
dan diinginkan, tak kan pernah berkurang dan terbayangkan sedikitpun luka dan
bebannya. Begitupun pengakuan seorang
ayah, karena Josey tetaplah putrinya yang kuat dan tak pernah membuatnya malu
walaupu bekerja ditambang bersamanya dengan penuh cacian dan makian yang tidak
seronoh yang berbeda jauh dengan perempuan yang bekerja di pabrik roti, etc.
Referensi:
Film “North Country” Sutradara: Niki Caro.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar