Gubernur
Mesir, Amr bin Ash menggusur tanah milik kakek yahudi untuk dibangun mesjid
yang megah dan besar. Kakek yahudi tidak menerimanya, karena tanah itu
merupakan warisan satu-satunya dari orang tuanya. Lalu kakek yahudi itu pergi
mencari khalifah Umar bin Khatab ra. Setelah bertemu, kemudian kakek itu
menceritakan perihal kejadian yang diterimanya dari Gubernur Mesir dengan terisak.
Khalifah Umar hanya memberinya tulang yang digoresnya, dan menyuruh kakek itu
untuk mengasihkannya ke Gubernur Mesir, Amr bin Ash. Kakek yahudi itu pulang
kembali ke Mesir, sepanjang perjalanan ia menggurutu tak habis-habisnya,,,
jauh-jauh dari Mesir dengan mengadu masalah yang besar (baginya), hanya disuruh
ngasih tulang ini, grghrhghrrhggrhhh. . . .
Sesampainya
di Mesir, kakek yahudi itu memberikan apa yang dipesankan Khalifah Umar kepada Amr
bin Ash. Ketika Amr membuka dan melihatnya, ia bergemetar hebat. Kakek yahudi
itu hanya termangu kebingungan, dan bertanya kepada Amr. Lalu Amr berbicara dan
meminta maaf atas ketidakadilan yang dilakukannya. Amr bercerita maksud perihal
tulang yang dibawa kakek dari Kholifah Umar, bahwasannya kalau Amr bersikukuh
untuk membangun tanah milik kakek yahudi yang tidak dapat izin dari kakek
yahudi itu, maka Umar akan memerangi ketidakadilan tersebut hingga menjadi
tulang. Maka dari itu, Amr menyuruh untuk merubuhkan bangunan mesjid yang megah
itu, dan membangun kembali rumah kakek yahudi yang digusurnya.
Namun
Subhanalloh, Hidayah Alloh SWT ada pada jalan yang benar, melalui pemaparan
tulang Khalifah Umar oleh Gubernur Amr mengenai keagungan ajaran Islam tentang
keadilan yang diterimanya. Kakek yahudi itu berkata, tidak Amr, jangan engkau
hancurkan mesjid itu dan membangun kembali rumahku itu. Biarlah rumah Alloh itu
berdiri megah di atas tanahku. . . dan
saksikanlah olehmu, , kakek itu bersyahadat dan menyatakan diri masuk
Islam.
Allohu Akbar,
Allohu ya kariiim,
Islam the best,
Islam Rahmatallilalamin, Islam sempurna hingga keadilanpun milik semua makhluk
Alloh, Allohu Akbar, sungguh keadilan milik Alloh .. .
Subhanalloh,
walohualam bisshoab . . .
*Disadur dari
ceramah di radio (lupa :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar