“Sesuatu”
itu tidak akan behasil jika modalnya pesimism, karena pesimism membawa pada
sebuah keputusasaan yang berujung pada kegagalan. Sebaliknya optimism merupakan
salah satu modal keberhasilan, karena optimism akan memandang segalanya dengan
sambutan gembira menuju pada keberhasilan. Tentunya, optimis yang berpijak pada
realistis. Optimis sekaligus realistis.
Sekeras
apapun kita bekerja, selalu ada jarak antara kenyataan dan harapan. Jarak ini
menjadi tantangan yang harus dipenuhi Optimism sekaligus realistism. Asumsi
tanpa bukti hanyalah sensasi belaka.
Kritis
bisa melahirkan Optimism, sedangkan Sinis lebih menghadirkan Pesimism. Kritis
merupakan bagian dari Solusi. Sedangkan Sinis bagian dari masalah, karena Sinis
hanya melihat dari pandangan negatif tanpa bersedia secara fair memberikan
apresiasi atas capaian yang positif. Kritis mengupayakan keefektifan, sedangkan
Sinis berupaya untuk menjatuhkan.
"Sesuatu"
itu perlu disimpulkan dan diberikan rekomendasi, agar optimism yang dibangun
berujung pada kesuksesan, tidak semata slogan kosong, seperti perjuangan tanpa
keberhasilan "ketercapaian".
Indrayana,
Denny. 2011. Indonesia Optimis.
Jakarta: BIP Kelompok Gramedia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar