Jumat, 02 November 2012

Menolak Pesimisme


“Sesuatu” itu tidak akan behasil jika modalnya pesimism, karena pesimism membawa pada sebuah keputusasaan yang berujung pada kegagalan. Sebaliknya optimism merupakan salah satu modal keberhasilan, karena optimism akan memandang segalanya dengan sambutan gembira menuju pada keberhasilan. Tentunya, optimis yang berpijak pada realistis. Optimis sekaligus realistis.
Sekeras apapun kita bekerja, selalu ada jarak antara kenyataan dan harapan. Jarak ini menjadi tantangan yang harus dipenuhi Optimism sekaligus realistism. Asumsi tanpa bukti hanyalah sensasi belaka.
Kritis bisa melahirkan Optimism, sedangkan Sinis lebih menghadirkan Pesimism. Kritis merupakan bagian dari Solusi. Sedangkan Sinis bagian dari masalah, karena Sinis hanya melihat dari pandangan negatif tanpa bersedia secara fair memberikan apresiasi atas capaian yang positif. Kritis mengupayakan keefektifan, sedangkan Sinis berupaya untuk menjatuhkan.
"Sesuatu" itu perlu disimpulkan dan diberikan rekomendasi, agar optimism yang dibangun berujung pada kesuksesan, tidak semata slogan kosong, seperti perjuangan tanpa keberhasilan "ketercapaian".

Indrayana, Denny. 2011. Indonesia Optimis. Jakarta: BIP Kelompok Gramedia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar